URGENSI REKONSTRUKSI SANKSI PIDANA TERHADAP KORPORASI DALAM SEKTOR PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA DI KOTA SAMARINDA
DOI:
https://doi.org/10.53363/bureau.v5i2.718Keywords:
Sanksi pidana, Pertambangan batubara, Penegakan hukum, Keadilan ekologis, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Criminal sanctions; Corporations; Coal mining; Law enforcement; Ecological justice.Abstract
This research aims to analyze the effectiveness of the enforcement of criminal sanctions against corporations in the coal mining sector in Samarinda City. Mining activities managed by corporations, whether private or regional, have been proven to cause serious environmental and social impacts, ranging from ecosystem destruction to an increased risk to community safety. However, the provisions in Law Number 4 of 2009 have not provided a clear operational basis regarding corporate criminal liability. This study uses a juridical-empirical approach by combining normative studies and field data through interviews and literature review. The results show that the enforcement of criminal law against corporations in Samarinda generally only focuses on administrative sanctions, thus failing to create a deterrent effect. The main obstacles include weak regulations, weak institutional coordination, economic-political considerations, and limited capacity of law enforcement officials. Based on these findings, this study recommends the need for a reconstruction of criminal sanctions that are stricter, more comprehensive, and oriented towards ecological justice to strengthen corporate accountability and provide optimal protection for society and the environment.
Downloads
References
Hasanuddin, A. R. (2023). Hukum lingkungan dan tanggung jawab pidana korporasi. Malang: Intrans Publishing.
Prakoso, D. (2020). Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo.
Rahardjo, S. (2019). Hukum progresif: Hukum untuk manusia. Jakarta: Kompas.
Sari, M., & Harefa, Y. R. (2022). Efektivitas sanksi pidana terhadap korporasi dalam kejahatan lingkungan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(1), 31–50. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art3
Utami, Y. D. (2021). Penegakan hukum terhadap kejahatan korporasi di sektor lingkungan hidup. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(1), 75–89. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no1.3210
Rosdiana, H., & Sari, A. P. (2021). Penegakan hukum lingkungan terhadap pelaku usaha pertambangan. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(3), 325–337.
Fitriani, L. (2020). Penguatan sanksi pidana terhadap korporasi pelanggar hukum lingkungan. Jurnal Rechtsvinding, 9(1), 1–14.
Fitria, R. D. (2019). Strategi penanggulangan kejahatan korporasi melalui pendekatan sistem hukum pidana terpadu. Jurnal Ilmu Hukum, 7(2), 233–247.
Syahrani, A. (2018). Hukum lingkungan dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Lubis, M. (2020). Penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perkara tindak pidana lingkungan hidup. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(4), 709–728. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no4.2897
Wicaksono, A. (2019). Problematika penegakan hukum lingkungan dalam kegiatan pertambangan batubara. Jurnal Hukum Lingkungan, 6(2), 145–160.
Ramadhani, D. (2021). Evaluasi kebijakan pidana terhadap tindak pidana lingkungan oleh badan hukum. Jurnal Penegakan Hukum dan Keadilan, 2(1), 85–97.
Akhmaddhian, S. (2022). Relevansi restorative justice dalam kejahatan lingkungan oleh korporasi. Jurnal Hukum Responsif, 5(2), 112–126.
Marbun, D. T. (2020). Reformulasi kebijakan pemidanaan terhadap kejahatan korporasi. Jurnal Kriminologi Indonesia, 16(1), 67–78.
Andriani, N. F. (2023). Model ideal penegakan hukum lingkungan hidup berbasis nilai keadilan ekologis. Jurnal Konstitusi dan Hukum, 13(1), 45–60.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sarkowi V Zahry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






